Keberadaan rayap telah menimbulkan masalah yang tidak henti-hentinya dihadapi oleh manusia, khususnya di negara indonesia. Indonesia menjadi surga bagi kehidupan rayap.
Negara ini merupakan kepulauan terbesar di dunia terdiri dari 17,500 pulau dengan panjang garis pantai 80.000 km dan luas daratan tidak kurang dari 187,9 juta ha. Memiliki iklim tropis yang hangat sepanjang tahun, suhu rata-rata 26,8 derajat celcius, kelembapan berkisar antara 70-90mjuta ha dan rata-rata curah hujan tahunan mencapai 2000 mm/tahun. Jenis tanah umumnyakaya akan bahan organik sebagai sumber nutrisi rayap. Kondisi tersebut sangat sesuai untuk kehidupan dan perkembangan rayap, khususnya rayap tanah. Ditambah lagi, hampir 49,9% dari luas daratan (93,92 juta ha) adalah kawasan hutan yang merupakan habitat alami rayap. Diduga terdapat lebih dari 300 jenis rayap di indonesia. Di pulau jawa, sumatera, dan kalimantan terdapat kurang lebih 233 spesies; 179 sudah teridentifikasi dan selebihnya belum teridentivikasi . Dari sekian banyak spesies rayap hanya beberapa yang memiliki peranan yang sangat penting sebagai hama perusak kayu dan bangunan, yaitu: Coptotermes spp (Rhinotermidae); Schedorhinotermes ( Rhinotermitidae); Macrotermis gilvus (Termitidae); dan Criptoternes cynocephalus (Kalotermitidae).
Makalah: Bioekologi Rayap dan Pengelolaannya
Ir. Yudi Rismayadi MSi (Pakar Rayap)
